Cerita Sex Berhubungan Intim Dengan Teman Kekasihku Yang Cantin Dan Mesum

nama saya Andre. Saya pertama kalinya berkenalan dengan Elis waktu saya mengantar kekasih saya pulang ke arah tempat kostnya. saya tidak paham jika tempat kos itu terima kos untuk hostes-hostes klub malam.

Cersex Istri BinalPenghuninya lebih kurang ada 16 orang, cewek semua. Mahasiswinya ada tiga, selainnya cewek klub malam semua.

Sesuatu hari waktu saya ke arah tempat kos kekasih, tidak tahunya pada pintu kamar kekasih ada catatan yang didalamnya ia pulang ke Bandung sebab ada masalah keluarga. Saat saya jalan ingin turun tangga, eh Elis baru keluar kamar mandi, ia tersenyum kepadaku. Saya balas senyumannya. Terus ia jalan masuk ke dalam kamarnya. Saya perlahan-lahan jalan melalui kamarnya.

Seperti umumnya kamarnya tidak digembok dan terlihat Elis sedang berdiri di muka cermin membereskan rambut, bugil berat. Penisku segera berontak. Tetapi ia kelihatannya tidak perduli, ia hanya melihat sepintas, terus meneruskan nyisir rambutnya. Saya tegang sekali, saya cepatin langkahku sekalian meredam ngilunya penis saya yang tercepit CD

“Mas Andre sedih ya kekasihnya tidak ada?”, mendadak suara Elis hentikan langkahku. Saya segera kembali lagi ke kamarnya. Saya berdiri di muka pintu.

“Ah tidak…, hanya terkejut saja kok mendadak pulang ke Bandung”, jawabku berpura-pura menyaksikan ke lantai.
“Daripada tidak ada bermainan…, bagaimana jika mainkan Elis saja Mas?”, saya terkejut sekali dengar komentar vulgar semacam itu.

“Tujuannya?”, saya berpura-pura polos. Elis melihat genit terus matanya dikedipin.
“Elis masihlah ada kesempatan satu 1/2 jam kembali kok…”.
“Terus?”.

“Kata kekasih Mas, Mas sukai mainkan memeknya”. Sialan kekasihku, masak rahasia kencan dijual murah ke wanita seperti begitu. Saya menjadi kesel campur malu.

“Kalau Mas ingin, mainkan saja memek Elis…, daripada tidak ada yang dapat dimainin…”, Elis berbicara sekalian jalan ke arahku. Lantas tangannya meremas penisku yang telah tegang sekali.

“Wow…, keras sekali. tak perlu takut, Elis bebas dari penyakit kok”, saya tidak dapat jawab apapun kembali. Pintu lantas dibanting gunakan kakinya. Terus tiba-tiba saya telah bugil di muka Elis. Penisku dikocakin halus. Rasanya nikmat sekali. lebih nikmat daripada kocokan kekasihku.

Elis lebih memajukan mukanya yang manis, terus saya kulum mulutnya. Kita kecupan dengan buas, tanganku meraba-raba clitorisnya, terus saya mainkan clitorisnya, saya korek-korek memek basah-nya. Bulu-bulunya lebat sekali.

Mendadak Elis jongkok terus penisku dihisapnya, dijilat-jilat seperti kembali menjilat-jilati permen lolypop. Saya lihatin aktivitasnya. Saya tiduri mulutnya, biji penisku dijilatinya.

Pada akhirnya saya dorong ia ke atas tempat tidur, terus kita mengambil posisi 69. Saya lakukan survei dengan lidah. Saya hisap-hisap bulu-bulunya yang lembab, karena baru m. Dari sela kewanitaannya tetap tercium berbau sabun, wangi sekali, saya membuka bibir memek basah-nya yang warna merah tua. Lubang sisi dalam berwarna merah muda, saya saksikan ada lubang kecil, mungkin itu lubang pipis.

Saya sedot clitorisnya, terus saya masukkan lidahku sedalam-dalamnya. Elis menjerit kecil, saya semakin horny. Terus saya kembali, saat ini saya sedotin puting susunya yang kecil, tangan saya meremas payudaranya dengan keras. Saya saksikan ia menggigit bibir, tetapi ia tidak coba berontak atas kekasaranku.

Sayapun menjadi semakin edan, penisku yang telah tegang langsung saya sikat ke lubang senggamanya, saat masuk…, aduh nikmatnya bukan bermain. Saya menjadi ikutan mengeluh nikmat. Kugenjot penisku secara cepat, terkadang saya pelanin terus saya lelepkan sedalam-dalamnya sampai Elis menjerit kembali.

“Mas, Mas…, aduh…, nikmat banget…, tusuk kembali yang keras Mas..!” ia mengerang-erang,langsung saya ikutin permohonannya. Tidak lama Elis mendesah luar biasa sekalian merengkuh tubuhku erat-erat, tubuhnya meliuk, tangannya meremas-remas bokongku. Sakit banget…, sialan. Walau sebenarnya saya ingin keluar , karena diremas demikian spermaku menjadi kembali lagi.

Saya menjadi cukup kecewa. Sesudah saya terasa badan Elis melemas, saya cabut penisku, waah…, penisku basah sekali, kelihatannya basah dengan lendirku. Terus saya angkat ke-2 kakinya ke atas, langsung saya tujukan penisku ke lubang bokongnya. Elis melawan, tetapi saya tahan terus sekalian menyikat sekuat-kuatnya ke lubang bokongnya.

“Gila…! Jangan disitu…, aduh, sakit bangeet…, jangaan…”, saya saksikan ia sampai keluar air matanya karena kesakitan, tetapi telah terlanjur, penisku telah masuk semua, perih sich, tetapi capitannya benar-benar membuat mataku nanar. Sedap sekali!

“Perlahan-lahan pacunya Mas…, sakit sekali nih…, kasar sekali sih?”, Tangan Elis mencubit bokongku, saya tidak perduli, saya pacu lubang bokongnya yang benar-benar sempit. Lantas ia mengeluhkan, tetapi coba menggoyang agar saya nikmat.

Pada akhirnya saya tidak kuat kembali, cepat-cepat saya cabut penisku, terus sekencang kilat saya sikat ke mulut Êlis yang sedang megap-megap oleh rintihan kesakitannya.

Matanya langsung melotot seperti ingin keluar, tetapi penisku telah masuk ke sekali, saya saksikan ia ingin protes tetapi yang saya rasa ia mulai mengisap penisku sekalian tangannya mengocak penisku. Rasanya tidak ada duanya, benar-benar professional sekali cewek ini.

“Aakhh…”, hanya suara itu yang keluar mulutku, selainnya penisku seperti dipompa sampai bocor dalam mulut Elis. Spermaku kelihatannya tidak ingin stop, rasanya nikmat. Penisku terus dikeluarin, lantas digosok di semua mukanya.

Tangannya mengurut penisku, sampai paling akhir menetes spermaku satu tetes di dalam mulutnya. Ia melihatku dengan pandangan sayu. Saya segera ambruk di atas badannya, saya gigit bahunya, saya sedotin lehernya, saya kulum telinganya. Ia merengkuhku sekalian menjilat-jilati bahuku.

“Lain waktu kalau habis masuk lubang bokong jangan dimasukin ke mulut saya dong…”, Pada akhirnya ia protes . Saya diam saja, lain waktu masalah terakhir.

Sesudah peristiwa itu, saya kontrakin rumah kecil buat Elis. Terus perlahan-lahan saya putusin jalinan saya sama kekasihku. Seterusnya saya tinggal dengan Elis. Ia terus kerja, saya terus kerja. Setiap malam saya nikmati memek basah-nya, dan itu berjalan sampai sekarang ini.